Peregangan Punggung Bawah Berbaring (lutut ditekuk)

Saran Ahli

Bernapas dengan dalam dan rileks saat melakukan peregangan, jangan memaksa lutut turun tetapi biarkan gravitasi membantu Anda.

Langkah-langkah Cara Melakukan

  1. Berbaring di punggung dengan lutut ditekuk dan kaki rata di lantai.
  2. Bawa kedua lutut ke dada Anda dan pegang dengan tangan Anda.
  3. Tarik perlahan lutut Anda lebih dekat ke dada untuk memperdalam peregangan.
  4. Tahan peregangan selama 20-30 detik.
  5. Lepaskan dan ulangi jika perlu.

Catat Peregangan Punggung Bawah Berbaring (lutut ditekuk) di FitAI

Catat set, repetisi, dan beban Anda secara otomatis. Dapatkan rekomendasi progressive overload dan umpan balik bentuk dari AI — dipersonalisasi sesuai riwayat latihan Anda.

Mulai Gratis

Otot yang Dilatih

Peregangan Punggung Bawah Berbaring (lutut ditekuk) terutama menargetkan Lats, dengan mekanik Peregangan menggunakan Berat Badan. Memahami pola aktivasi otot membantu Anda fokus pada keterlibatan yang tepat dan memaksimalkan efektivitas latihan.

Utama
Lats
Lats70%
Sekunder
Perut
Perut30%
Peralatan
Berat Badan
Berat Badan
Jenis Latihan
Peregangan
70%Lats30%Perut

Panduan Set & Reps

Pemula3 x 20s
Menengah3 x 30s
Lanjutan4 x 45s

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Otot apa yang dilatih oleh Peregangan Punggung Bawah Berbaring (lutut ditekuk)?
Peregangan Punggung Bawah Berbaring (lutut ditekuk) terutama menargetkan Lats. Otot sekunder yang terlibat termasuk Perut. Ini diklasifikasikan sebagai latihan Peregangan yang dilakukan dengan Berat Badan.
Berapa set dan repetisi yang harus saya lakukan untuk Peregangan Punggung Bawah Berbaring (lutut ditekuk)?
Untuk pemula, mulai dengan 3 set dari 20s. Pengangkat menengah bisa melakukan 3 set dari 30s. Atlet tingkat lanjut bisa mendorong hingga 4 set dari 45s. Sesuaikan berdasarkan tujuan dan kapasitas pemulihan Anda.
Apakah Peregangan Punggung Bawah Berbaring (lutut ditekuk) cocok untuk pemula?
Ya, Peregangan Punggung Bawah Berbaring (lutut ditekuk) dinilai sebagai latihan ramah pemula, menjadikannya titik awal yang bagus. Fokus pada menguasai bentuk yang benar sebelum meningkatkan intensitas atau beban.