Hammer Curl Miring Terlentang dengan Dumbbell
Saran Ahli
Pastikan lengan atas Anda tetap diam dan tegak lurus dengan lantai sepanjang gerakan untuk mengisolasi otot biceps secara efektif.
Langkah-langkah Cara Melakukan
- Atur bangku miring dengan sudut 45 derajat dan berbaring menghadap ke bawah dengan sebuah dumbbell di setiap tangan.
- Pastikan siku Anda tetap dekat dengan tubuh dan angkat dumbbell ke arah bahu.
- Tekan otot biceps Anda di puncak gerakan.
- Turunkan dumbbell perlahan kembali ke posisi awal sambil menjaga kendali.
- Ulangi untuk jumlah pengulangan yang diinginkan.
Catat Hammer Curl Miring Terlentang dengan Dumbbell di FitAI
Catat set, repetisi, dan beban Anda secara otomatis. Dapatkan rekomendasi progressive overload dan umpan balik bentuk dari AI — dipersonalisasi sesuai riwayat latihan Anda.
Otot yang Dilatih
Hammer Curl Miring Terlentang dengan Dumbbell terutama menargetkan Lengan Bawah, dengan mekanik Kekuatan menggunakan Dumbel. Memahami pola aktivasi otot membantu Anda fokus pada keterlibatan yang tepat dan memaksimalkan efektivitas latihan.
Utama

Lengan Bawah50%
Sekunder

Biceps50%
Peralatan
Dumbel
Bench Khusus


Jenis Latihan
Kekuatan
Panduan Set & Reps
Pemula3 x 12-15
Menengah3 x 10-12
Lanjutan4 x 8-10
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Otot apa yang dilatih oleh Hammer Curl Miring Terlentang dengan Dumbbell?
Hammer Curl Miring Terlentang dengan Dumbbell terutama menargetkan Lengan Bawah. Otot sekunder yang terlibat termasuk Biceps. Ini diklasifikasikan sebagai latihan Kekuatan yang dilakukan dengan Dumbel.
Berapa set dan repetisi yang harus saya lakukan untuk Hammer Curl Miring Terlentang dengan Dumbbell?
Untuk pemula, mulai dengan 3 set dari 12-15. Pengangkat menengah bisa melakukan 3 set dari 10-12. Atlet tingkat lanjut bisa mendorong hingga 4 set dari 8-10. Sesuaikan berdasarkan tujuan dan kapasitas pemulihan Anda.
Apakah Hammer Curl Miring Terlentang dengan Dumbbell cocok untuk pemula?
Ya, Hammer Curl Miring Terlentang dengan Dumbbell dinilai sebagai latihan ramah pemula, menjadikannya titik awal yang bagus. Fokus pada menguasai bentuk yang benar sebelum meningkatkan intensitas atau beban.