Step-up Samping dengan Dumbbell
Saran Ahli
Letakkan berat badan Anda pada tumit kaki yang melangkah untuk memaksimalkan aktivasi gluteus dan hamstring, dan kendalikan penurunan Anda untuk meningkatkan keterlibatan otot.
Langkah-langkah Cara Melakukan
- Berdiri sejajar dengan bangku atau langkah, memegang dumbbell di setiap tangan di samping Anda.
- Langkah ke atas secara lateral ke bangku dengan satu kaki, mendorong melalui tumit untuk mengangkat tubuh Anda.
- Bawa kaki lain Anda untuk bertemu dengan yang pertama di bangku.
- Langkah turun dengan kaki depan, diikuti oleh yang lain, kembali ke posisi awal.
- Ulangi untuk jumlah pengulangan yang diinginkan sebelum beralih ke sisi lain.
Catat Step-up Samping dengan Dumbbell di FitAI
Catat set, repetisi, dan beban Anda secara otomatis. Dapatkan rekomendasi progressive overload dan umpan balik bentuk dari AI — dipersonalisasi sesuai riwayat latihan Anda.
Otot yang Dilatih
Step-up Samping dengan Dumbbell terutama menargetkan Glutes, Paha Depan, Hamstring, dengan mekanik Kekuatan menggunakan Dumbel. Memahami pola aktivasi otot membantu Anda fokus pada keterlibatan yang tepat dan memaksimalkan efektivitas latihan.
Utama



Glutes30%

Paha Depan30%

Hamstring30%
Sekunder

Betis10%
Peralatan
Dumbel

Jenis Latihan
Kekuatan
Panduan Set & Reps
Pemula3 x 12-15
Menengah3 x 10-12
Lanjutan4 x 8-10
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Otot apa yang dilatih oleh Step-up Samping dengan Dumbbell?
Step-up Samping dengan Dumbbell terutama menargetkan Glutes, Paha Depan, Hamstring. Otot sekunder yang terlibat termasuk Betis. Ini diklasifikasikan sebagai latihan Kekuatan yang dilakukan dengan Dumbel.
Berapa set dan repetisi yang harus saya lakukan untuk Step-up Samping dengan Dumbbell?
Untuk pemula, mulai dengan 3 set dari 12-15. Pengangkat menengah bisa melakukan 3 set dari 10-12. Atlet tingkat lanjut bisa mendorong hingga 4 set dari 8-10. Sesuaikan berdasarkan tujuan dan kapasitas pemulihan Anda.
Apakah Step-up Samping dengan Dumbbell cocok untuk pemula?
Ya, Step-up Samping dengan Dumbbell dinilai sebagai latihan ramah pemula, menjadikannya titik awal yang bagus. Fokus pada menguasai bentuk yang benar sebelum meningkatkan intensitas atau beban.