Reverse Plank dengan Siku

Saran Ahli

Tekan melalui siku dan tumit Anda untuk mengangkat pinggul Anda sesuai mungkin, menciptakan garis lurus dari bahu hingga kaki.

Langkah-langkah Cara Melakukan

  1. Duduk di tanah dengan kaki Anda lurus di depan Anda.
  2. Letakkan siku Anda di bawah bahu Anda dan rapatkan tangan Anda bersama.
  3. Angkat pinggul Anda dari tanah, melibatkan inti dan otot pantat Anda.
  4. Tahan posisi tersebut selama durasi yang diinginkan, menjaga tubuh Anda dalam garis lurus.
  5. Turunkan pinggul Anda kembali ke posisi awal.

Catat Reverse Plank dengan Siku di FitAI

Catat set, repetisi, dan beban Anda secara otomatis. Dapatkan rekomendasi progressive overload dan umpan balik bentuk dari AI — dipersonalisasi sesuai riwayat latihan Anda.

Mulai Gratis

Otot yang Dilatih

Reverse Plank dengan Siku terutama menargetkan Glutes, Perut, dengan mekanik Kekuatan menggunakan Berat Badan. Memahami pola aktivasi otot membantu Anda fokus pada keterlibatan yang tepat dan memaksimalkan efektivitas latihan.

Utama
Glutes
Glutes25%
Perut
Perut25%
Sekunder
Paha Depan
Paha Depan15%
Bahu
Bahu15%
Dada
Dada10%
Traps
Traps10%
Peralatan
Berat Badan
Berat Badan
Jenis Latihan
Kekuatan
25%Glutes25%Perut15%Paha Depan15%Bahu10%Dada10%Traps

Panduan Set & Reps

Pemula3 x 20s
Menengah3 x 30s
Lanjutan4 x 45s

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Otot apa yang dilatih oleh Reverse Plank dengan Siku?
Reverse Plank dengan Siku terutama menargetkan Glutes, Perut. Otot sekunder yang terlibat termasuk Paha Depan, Bahu, Dada, Traps. Ini diklasifikasikan sebagai latihan Kekuatan yang dilakukan dengan Berat Badan.
Berapa set dan repetisi yang harus saya lakukan untuk Reverse Plank dengan Siku?
Untuk pemula, mulai dengan 3 set dari 20s. Pengangkat menengah bisa melakukan 3 set dari 30s. Atlet tingkat lanjut bisa mendorong hingga 4 set dari 45s. Sesuaikan berdasarkan tujuan dan kapasitas pemulihan Anda.
Apakah Reverse Plank dengan Siku cocok untuk pemula?
Ya, Reverse Plank dengan Siku dinilai sebagai latihan ramah pemula, menjadikannya titik awal yang bagus. Fokus pada menguasai bentuk yang benar sebelum meningkatkan intensitas atau beban.