Peregangan Satu Kaki (lutut ditekuk)

Saran Ahli

Pastikan kepala dan leher Anda rileks di lantai untuk menghindari menciptakan ketegangan saat melakukan regangan.

Langkah-langkah Cara Melakukan

  1. Berbaringlah dengan kedua lutut ditekuk dan kaki rata di lantai.
  2. Bawa satu lutut ke arah dada Anda, memegangnya dengan kedua tangan.
  3. Tarik perlahan lutut lebih dekat ke dada Anda untuk memperdalam regangan di area gluteus dan pinggul.
  4. Tahan posisi selama beberapa detik sebelum melepaskan.
  5. Ulangi dengan kaki lainnya.

Catat Peregangan Satu Kaki (lutut ditekuk) di FitAI

Catat set, repetisi, dan beban Anda secara otomatis. Dapatkan rekomendasi progressive overload dan umpan balik bentuk dari AI — dipersonalisasi sesuai riwayat latihan Anda.

Mulai Gratis

Otot yang Dilatih

Peregangan Satu Kaki (lutut ditekuk) terutama menargetkan Paha Depan, Perut, Glutes, dengan mekanik Peregangan menggunakan Berat Badan. Memahami pola aktivasi otot membantu Anda fokus pada keterlibatan yang tepat dan memaksimalkan efektivitas latihan.

Utama
Paha Depan
Paha Depan33%
Perut
Perut33%
Glutes
Glutes29%
Sekunder
Betis
Betis5%
Peralatan
Berat Badan
Berat Badan
Jenis Latihan
Peregangan
33%Paha Depan33%Perut29%Glutes5%Betis

Panduan Set & Reps

Pemula3 x 20s
Menengah3 x 30s
Lanjutan4 x 45s

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Otot apa yang dilatih oleh Peregangan Satu Kaki (lutut ditekuk)?
Peregangan Satu Kaki (lutut ditekuk) terutama menargetkan Paha Depan, Perut, Glutes. Otot sekunder yang terlibat termasuk Betis. Ini diklasifikasikan sebagai latihan Peregangan yang dilakukan dengan Berat Badan.
Berapa set dan repetisi yang harus saya lakukan untuk Peregangan Satu Kaki (lutut ditekuk)?
Untuk pemula, mulai dengan 3 set dari 20s. Pengangkat menengah bisa melakukan 3 set dari 30s. Atlet tingkat lanjut bisa mendorong hingga 4 set dari 45s. Sesuaikan berdasarkan tujuan dan kapasitas pemulihan Anda.
Apakah Peregangan Satu Kaki (lutut ditekuk) cocok untuk pemula?
Ya, Peregangan Satu Kaki (lutut ditekuk) dinilai sebagai latihan ramah pemula, menjadikannya titik awal yang bagus. Fokus pada menguasai bentuk yang benar sebelum meningkatkan intensitas atau beban.