Tepuk Jari Kaki Plank Depan

Saran Ahli

Pastikan inti tubuh Anda terlibat dan punggung lurus untuk mencegah pinggul Anda kendur atau naik.

Langkah-langkah Cara Melakukan

  1. Mulailah dalam posisi plank depan standar, dengan lengan bawah Anda di tanah dan tubuh Anda lurus.
  2. Sambil menjaga inti tubuh Anda kencang, ketuk satu kaki ke samping sejauh mungkin.
  3. Bawa kaki kembali ke posisi awal.
  4. Ulangi dengan kaki lain.
  5. Teruskan ketukan jari kaki bergantian untuk jumlah pengulangan atau waktu yang diinginkan.

Catat Tepuk Jari Kaki Plank Depan di FitAI

Catat set, repetisi, dan beban Anda secara otomatis. Dapatkan rekomendasi progressive overload dan umpan balik bentuk dari AI — dipersonalisasi sesuai riwayat latihan Anda.

Mulai Gratis

Otot yang Dilatih

Tepuk Jari Kaki Plank Depan terutama menargetkan Glutes, Perut, dengan mekanik Kekuatan menggunakan Berat Badan. Memahami pola aktivasi otot membantu Anda fokus pada keterlibatan yang tepat dan memaksimalkan efektivitas latihan.

Utama
Glutes
Glutes20%
Perut
Perut20%
Sekunder
Paha Depan
Paha Depan15%
Bahu
Bahu15%
Dada
Dada15%
Betis
Betis15%
Peralatan
Berat Badan
Berat Badan
Jenis Latihan
Kekuatan
20%Glutes20%Perut15%Paha Depan15%Bahu15%Dada15%Betis

Panduan Set & Reps

Pemula3 x 12-15
Menengah3 x 10-12
Lanjutan4 x 8-10

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Otot apa yang dilatih oleh Tepuk Jari Kaki Plank Depan?
Tepuk Jari Kaki Plank Depan terutama menargetkan Glutes, Perut. Otot sekunder yang terlibat termasuk Paha Depan, Bahu, Dada, Betis. Ini diklasifikasikan sebagai latihan Kekuatan yang dilakukan dengan Berat Badan.
Berapa set dan repetisi yang harus saya lakukan untuk Tepuk Jari Kaki Plank Depan?
Untuk pemula, mulai dengan 3 set dari 12-15. Pengangkat menengah bisa melakukan 3 set dari 10-12. Atlet tingkat lanjut bisa mendorong hingga 4 set dari 8-10. Sesuaikan berdasarkan tujuan dan kapasitas pemulihan Anda.
Apakah Tepuk Jari Kaki Plank Depan cocok untuk pemula?
Ya, Tepuk Jari Kaki Plank Depan dinilai sebagai latihan ramah pemula, menjadikannya titik awal yang bagus. Fokus pada menguasai bentuk yang benar sebelum meningkatkan intensitas atau beban.