Pose Chaturanga
Saran Ahli
Pastikan siku Anda tetap dekat dengan tubuh dan jangan biarkan bahu Anda turun di bawah siku untuk menjaga postur tubuh yang benar dan mencegah cedera.
Langkah-langkah Cara Melakukan
- Mulailah dalam posisi plank dengan bahu Anda di atas pergelangan tangan Anda dan tubuh Anda lurus.
- Aktifkan inti tubuh dan kaki Anda, menjaga tubuh Anda kaku.
- Turunkan tubuh Anda ke arah lantai dengan menekuk siku Anda, menjaga agar siku tetap dekat dengan sisi tubuh.
- Berhenti ketika siku Anda mencapai sudut 90 derajat dan lengan atas Anda sejajar dengan lantai.
- Tahan posisi ini, menjaga tubuh Anda tetap lurus dan kuat.
- Untuk melepaskan, entah dorong kembali ke posisi plank atau turunkan semua jalan ke lantai.
Catat Pose Chaturanga di FitAI
Catat set, repetisi, dan beban Anda secara otomatis. Dapatkan rekomendasi progressive overload dan umpan balik bentuk dari AI — dipersonalisasi sesuai riwayat latihan Anda.
Otot yang Dilatih
Pose Chaturanga terutama menargetkan Paha Depan, Hamstring, Betis, Glutes, Bahu, Dada, Perut, Trisep, dengan mekanik Peregangan menggunakan Berat Badan. Memahami pola aktivasi otot membantu Anda fokus pada keterlibatan yang tepat dan memaksimalkan efektivitas latihan.
Utama








Paha Depan16%

Hamstring12%

Betis12%

Glutes12%

Bahu12%

Dada12%

Perut12%

Trisep12%
Peralatan
Berat Badan

Jenis Latihan
Peregangan
Panduan Set & Reps
Pemula3 x 20s
Menengah3 x 30s
Lanjutan4 x 45s
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Otot apa yang dilatih oleh Pose Chaturanga?
Pose Chaturanga terutama menargetkan Paha Depan, Hamstring, Betis, Glutes, Bahu, Dada, Perut, Trisep. Ini diklasifikasikan sebagai latihan Peregangan yang dilakukan dengan Berat Badan.
Berapa set dan repetisi yang harus saya lakukan untuk Pose Chaturanga?
Untuk pemula, mulai dengan 3 set dari 20s. Pengangkat menengah bisa melakukan 3 set dari 30s. Atlet tingkat lanjut bisa mendorong hingga 4 set dari 45s. Sesuaikan berdasarkan tujuan dan kapasitas pemulihan Anda.
Apakah Pose Chaturanga cocok untuk pemula?
Ya, Pose Chaturanga dinilai sebagai latihan ramah pemula, menjadikannya titik awal yang bagus. Fokus pada menguasai bentuk yang benar sebelum meningkatkan intensitas atau beban.