Mobilitas Tulang Belakang T Sambil Berlutut

Saran Ahli

Fokus pada pergerakan melalui tulang belakang torakal, hindari gerakan tulang belakang lumbar yang berlebihan, untuk benar-benar meningkatkan mobilitas punggung atas.

Langkah-langkah Cara Melakukan

  1. Berlutut di tanah dengan pantat Anda istirahat di atas tumit Anda.
  2. Luruskan tangan Anda ke depan dan letakkan tangan Anda di tanah.
  3. Dorong satu tangan di bawah lengan yang berlawanan, memutar tubuh atas Anda.
  4. Tahan regangan untuk sebentar, kemudian kembali ke posisi awal.
  5. Ulangi di sisi lain untuk jumlah pengulangan yang diinginkan.

Catat Mobilitas Tulang Belakang T Sambil Berlutut di FitAI

Catat set, repetisi, dan beban Anda secara otomatis. Dapatkan rekomendasi progressive overload dan umpan balik bentuk dari AI — dipersonalisasi sesuai riwayat latihan Anda.

Mulai Gratis

Otot yang Dilatih

Mobilitas Tulang Belakang T Sambil Berlutut terutama menargetkan Lats, Bahu, dengan mekanik Peregangan menggunakan Berat Badan. Memahami pola aktivasi otot membantu Anda fokus pada keterlibatan yang tepat dan memaksimalkan efektivitas latihan.

Utama
Lats
Lats50%
Bahu
Bahu50%
Peralatan
Berat Badan
Berat Badan
Jenis Latihan
Peregangan
50%Lats50%Bahu

Panduan Set & Reps

Pemula3 x 20s
Menengah3 x 30s
Lanjutan4 x 45s

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Otot apa yang dilatih oleh Mobilitas Tulang Belakang T Sambil Berlutut?
Mobilitas Tulang Belakang T Sambil Berlutut terutama menargetkan Lats, Bahu. Ini diklasifikasikan sebagai latihan Peregangan yang dilakukan dengan Berat Badan.
Berapa set dan repetisi yang harus saya lakukan untuk Mobilitas Tulang Belakang T Sambil Berlutut?
Untuk pemula, mulai dengan 3 set dari 20s. Pengangkat menengah bisa melakukan 3 set dari 30s. Atlet tingkat lanjut bisa mendorong hingga 4 set dari 45s. Sesuaikan berdasarkan tujuan dan kapasitas pemulihan Anda.
Apakah Mobilitas Tulang Belakang T Sambil Berlutut cocok untuk pemula?
Ya, Mobilitas Tulang Belakang T Sambil Berlutut dinilai sebagai latihan ramah pemula, menjadikannya titik awal yang bagus. Fokus pada menguasai bentuk yang benar sebelum meningkatkan intensitas atau beban.